Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Islam. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Islam. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil’alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah – terutama Belanda – menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi’i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).
Ditulis oleh Unknown
dan Memiliki 2 komentar

Sejarah Islam Dari Zaman Nabi Muhammad Hingga Masa Ke-Emasan Islam

Sejarah Islam dari zaman nabi Muhammad hingga masa turki usmani – Perkembangan islam sudah berlangsung ribuan tahun dan mungkin saja sobat ada yang belum paham sejarah perkembangan islam itu sendiri. dari sumber wikipedia yang kutip yaitu;
Sejarah Islam adalah sejarah agama Islam mulai turunnya wahyu pertama pada tahun 622 yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira, Arab Saudi sampai dengan sekarang.

Sejarah Islam masa Khulafaur Rasyidin
632 M – Wafatnya Nabi Muhammad dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah. Usamah bin Zaid memimpin ekspedisi ke Syria. Perang terhadap orang yang murtad yaitu Bani Tamim dan Musailamah al-Kadzab.
633 M – Pengumpulan Al Quran dimulai.
634 M – Wafatnya Abu Bakar. Umar bin Khatab diangkat menjadi khalifah. Penaklukan Damaskus.
636 M – Peperangan di Ajnadin atas tentara Romawi sehingga Syria, Mesopotamia, dan Palestina dapat ditaklukkan. Peperangan dan penaklukan Kadisia atas tentara Persia.
638 M – Penaklukan Baitulmuqaddis oleh tentara Islam. Peperangan dan penkalukan Jalula atas Persia.
639 M – Penaklukan Madain, kerajaan Persia.
640 M – Kerajaan Islam Madinah mulai membuat mata uang Islam. Tentara Islam megepung kota Alfarma, Mesir dan menaklukkannya.
641 M – Penaklukan Mesir
642 M – Penaklukan Nahawand, kerajaan Persia dan Penaklukan Persia secara keseluruhan.
644 M – Umar bin Khatab mati syahid akibat dibunuh. Utsman bin Affan menjadi khalifah.
645 M – Cyprus ditaklukkan.
646 M – Penyerangan Byzantium di kota Iskandariyah Mesir.
647 M – Angkatan Tentara Laut Islam didirikan & diketuai oleh Muawiyah Abu Sufyan. Perang di laut melawan angkatan laut Byzantium.
648 M – Pemberontakan menentang pemerintahan Utsman bin Affan.
656 M – Utsman mati akibat dibunuh. Ali bin Abi Talib dilantik menjadi khalifah. Terjadinya Perang Jamal.
657 M – Ali bin Abi Thalib memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah. Perang Siffin meletus.
659 M – Ali bin Abi Thalib menyerang kembali Hijaz dan Yaman dari Muawiyah. Muawiyah menyatakan dirinya sebagai khalifah Damaskus.
661 M – Ali bin Abi Thalib mati dibunuh. Pemerintahan Khulafaur Rasyidin berakhir. Hasan (Cucu Nabi Muhammad) kemudian diangkat sebagai Khalifah ke-5 Umat Islam menggantikan Ali bin Abi Thalib.
661 M – Setelah sekitar 6 bulan Khalifah Hasan memerintah, 2 kelompok besar pasukan Islam yaitu Pasukan Khalifah Hasan di Kufah dan pasukan Muawiyah di Damsyik telah siap untuk memulai suatu pertempuran besar. Ketika pertempuran akan pecah, Muawiyah kemudian menawarkan rancangan perdamaian kepada Khalifah Hasan yang kemudian dengan pertimbangan persatuan Umat Islam, rancangan perdamaian Muawiyah ini diterima secara bersyarat oleh Khalifah Hasan dan kekhalifahan diserahkan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah. Tahun itu kemudian dikenal dengan nama Tahun Perdamaian/Persatuan Umat (Aam Jamaah) dalam sejarah Umat Islam. Sejak saat itu Muawiyah menjadi Khalifah Umat Islam yang kemudian dilanjutkan dengan sistem Kerajaan Islam yang pertama yaitu pergantian pemimpin (Raja Islam) yang dilakukan secara turun temurun (Daulah Umayyah) dari Daulah Umayyah ini kemudian berlanjut kepada Kerajaan-Kerajaan Islam selanjutnya seperti Daulah Abbasiyah, Fatimiyyah, Usmaniyah dan lain-lain.
 Sejarah Islam Masa Kerajaan Bani Ummaiyyah
661 M – Muawiyah menjadi khalifah dan mndirikan Kerajaan Bani Ummaiyyah.
669 M – Persiapan perang melawan Konstantinopel
670 M – Penaklukan Kabul.
677 M – Penyerangan Konstantinopel yang pertama namun gagal.
679 M – Penyerangan Konstantinopel yang kedua namun gagal karena Muawiyah meninggal di tahun 680.
680 M – Kematian Muawiyah. Yazid I menaiki tahta. Peristiwa pembunuhan Saidina Hussein.
685 M – Khalifah Abdul Malik menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi kerajaan.
700 M – Tentara Islam melawan kaum Barbar di Afrika Utara.
711 M – Penaklukan Sepanyol, Sind, dan Transoxiana.
712 M – Tentara Bani Ummayyah ke Spanyol, Sind, dan Transoxiana.
713 M – Penaklukan Multan.
716 M – Serangan kepada Konstantinopel.
717 M – Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah. Pembaharuan yang hebat dijalankan.
725 M – Tentara Islam melawan Nimes di Perancis.
749 M – Kekalahan tentera Ummayyah di Kufah, Iraq ditangan tentara Abbasiyyah.
750 M – Damaskus ditaklukkan oleh tentera Abbasiyyah. Runtuhnya Kerajaan Bani Ummaiyyah.
Sejarah Islam Masa Kerajaan Bani Abbasiyyah
752 M – Berdirinya Kerajaan Bani Abbasiyyah.
755 M – Pemberontakan Abdullah bin Ali. Pembunuhan Abu Muslim.
756 M – Abd ar-Rahman I mendirikan Kerajaan Bani Ummaiyyah di Spanyol.
763 M – Pendirian kota Baghdad. Kekalahan tentara Abbasiyyah di Spanyol.
786 M – Harun al-Rasyid menjadi Khalifah.
792 M – Penyerangan selatan Perancis.
800 M – Aljabar diciptakan oleh Al-Khawarizmi.
805 M – Perlawanan atas Byzantium. Penyerangan Pulau Rhodes dan Cyprus.
809 M – Kematian Harun al-Rasyid. Al-Amin diangkat menjadi khalifah.
814 M – Perang saudara antara Al-Amin dan Al-Ma’mun. Al-Amin terbunuh dan Al-Ma’mun menjadi khalifah.
1000 M – Masjid Besar Cordoba siap dibangun.
1005 M – Multan dan Ghur ditaklukkan.
1055 M – Baghdad diserang oleh tentara Turki Seljuk. Pemerintahan Abbasiyyah-Seljuk dimulai, yang berdiri sampai tahun 1258 ketika tentara Mongol memusnahkan Baghdad.
1085 M – Tentara Kristen menyerang Toledo (di Spanyol).
1091 M – Bangsa Norman menyerang Sicilia, pemerintahan Islam di sana berakhir.
1095 M – Perang Salib pertama dimulai.
1099 M – Tentara Salib menaklukkan Baitul Maqdis. Mereka membunuh semua penduduknya.
1144 M – Nuruddin Zengi menaklukkan Edessa dari tentera Kristian. Perang Salib kedua berlaku.
1187 M – Salahuddin Al-Ayubbi menaklukkan Baitulmuqaddis dari tentera Salib. Perang Salib ketiga berlaku.
1194 M – Tentera Muslim menaklukkan Delhi, India.
1236 M – Tentera Kristen menaklukkan Cordoba (di Spanyol).
1258 M – Tentera Mongol menyerang dan memusnahkan Baghdad. Ribuan penduduk terbunuh. Runtuhnya Baghdad. Tamatnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah-Seljuk.
1260 M – Kebangkitan Islam. Kerajaan Bani Mamluk di Mesir (merupakan pertahanan Islam yang ketiga terakhir setelah Makkah & Madinah) pimpinan Sultan Saifuddin Muzaffar Al-Qutuz menewaskan tentera Mongol di dalam pertempuran di Ain Jalut.
Sejarah Islam Masa Kerajaan Turki Utsmani
1243 M – Bangsa Turki yang hidup secara nomad menetap secara tetap di Asia Kecil.
1299 M – Sebuah wilayah pemerintahan kecil Turki di bawah Turki Seljuk didirikan di barat Anatolia.
1301 M – Osman I menyatakan dirinya sebagai sultan. Berdirinya Kerajaan Turki Usmani.
1345 M – Turki Seljuk menyeberangi Selat Bosporus.
1389 M – Tentara Utsmani menewaskan tentara Serb di Kosovo.
1402 M – Timurlane, Raja Tartar (Mongol) menumpaskan tentera Uthmaniyyah di Ankara.
1451 M – Sultan Muhammad al-Fatih menjadi pemerintah.
1453 M – Constantinople ditaklukkan oleh tentara Islam pimpinan Sultan Muhammad al-Fatih. Berakhirnya Kerajaan Byzantium.
1520 M – Sultan Sulaiman al-Qanuni dilantik menjadi sultan.
1526 M – Perang Mohacs
1529 M – Serangan dan kepungan ke atas Vienna.
1571 M – Perang Lepanto terjadi.
1641 M – Pemerintahan Sultan Muhammad IV
1683 M – Serangan dan kepungan ke atas Vienna untuk yang kedua kalinya.
1687 M – Sultan Muhammad IV meninggal dunia.
1703 M – Pembaharuan kebudayaan di bawah Sultan Ahmed III.
1774 M – Perjanjian Kucuk Kaynarca.
1792 M – Perjanjian Jassy.
1793 M – Sultan Selim III mengumumkan “Pentadbiran Baru”.
1798 M – Napoleon mencoba untuk menaklukkan Mesir.
1804 M – Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia pertama.
1815 M – Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia kedua.
1822 M – Bermulanya perang kemerdekaan Greece.
1826 M – Pembunuhan massal tentara elit Janissari. Kekalahan tentera laut Uthmaniyyah di Navarino.
1829 M – Perjanjian Adrianople.
1830 M – Berakhirnya perang kemerdekaan Greece.
1841 M – Konvensyen Selat.
1853 M – Dimulainya Perang Crimea.
1856 M – Berakhirnya Perang Crimea.
1878 M – Kongres Berlin. Serbia dan Montenegro diberi kemerdekaan. Bulgaria diberi kuasa autonomi.
1912 M – Perang Balkan pertama.
1913 M – Perang Balkan kedua.
1914 M – Kerajaan Turki Utsmani memasuki Perang Dunia I sebagai sekutu kuasa tengah.
1919 M – Mustafa Kemal Atatürk mendarat di Samsun.
1923 M – Sistem kesultanan dihapuskan. Turki menyatakan sebagai sebuah Republik.
1924 M – Khalifah dihapus. Berakhirnya pemerintahan Kerajaan Turki Utsmani.

Demikian seputar sejarah islam, semoga artikel ini bermanfaat,
Amin :)


sumber : http://merahitam.com/sejarah-islam-jaman-nabi-muhammad.html (id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Islam)
Ditulis oleh Unknown
dan Memiliki 0 komentar

Belajar dari Manusia dengan Akhlak Terbaik

Manusia dengan akhlak terbaik? Siapakah dia? Apa gunanya memiliki akhlak: moral, pandangan, dan tingkah laku yang paling baik?

Bagi seorang muslim, contoh atau teladan terbaik adalah Nabi Muhammad saw. Allah sendiri yang menjadikan beliau sebagai “uswatun hasanah” atau teladan terbaik. Mengapa demikian? Allah telah memuji moralitas, akhlak beliau dengan menyatakan:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Sungguh engkau (Muhammad) berada di atas tataran akhlak yang tinggi, agung.” (Al Qur’an, Al-Qalam 68:4)


Moralitas merupakan salah satu bagian penting dalam agama Islam. Istilah islamnya adalah “khuluq” yang bentuk jamaknya adalah “akhlak“. Setiap manusia memiliki dua unsur: “khalq” dan “khuluq“. Yang pertama adalah bentuk fisik penciptaan kita, penampilan luar. Sementara yang kedua adalah sifat, tingkah laku, kebiasaan dan ruhani.

Islam menekankan pentingnya menjaga penampilan fisik melalui menjaga kebersihan, memakai pakaian yang tepat, hidup sehat dan makan serta minum dari sumber yang halal dan baik. Penjagaan semacam itu juga berlaku bagi akhlak dan tingkah laku kita.

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ وَقَالَ أَبُو ذَرٍّ لَمَّا بَلَغَهُ مَبْعَثُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَخِيهِ ارْكَبْ إِلَى هَذَا الْوَادِي فَاسْمَعْ مِنْ قَوْلِهِ فَرَجَعَ فَقَالَ رَأَيْتُهُ يَأْمُرُ بِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ (البخاري )

Ibnu ‘Abbas meriwayatkan bahwa Nabi saw. adalah orang paling dermawan. Beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Dan Abu Dzar berkata bahwa ketika ia mendengar kedatangan Nabi Muhammad saw., ia berkata kepada saudara laki-lakinya, “Pergilah ke lembah itu dan dengarkan apa yang ia katakan.” Saudaranya kembali dan berkata, “Aku melihat ia memerintahkan orang-orang kepada moral dan perilaku (akhlaak) yang paling mulia.” [Hadits riwayat Bukhari]

Nabi Muhammad diutus oleh Allah untuk mengajari manusia akhlak yang paling mulia. Beliau berkata

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا (الترمذى

“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” (Hadits riwayat Tirmidzi)


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ (مسند أحمد

‘Aisyah – semoga Allah meridhainya – berkata, “Aku mendengar Nabi – shallallaahu ‘alaihi wassalaam – berkata, sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai (menyamai) derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam sholat dan seluruh siangnya dengan berpuasa.” [Musnad Imam Ahmad]

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ (الترمذي

Abu Darda’ meriwayatkan: Aku mendengar Nabi Muhammad saw berkata, “Tak ada yang lebih berat pada timbangan (Mizan, di hari Pembalasan) dari pada akhlak yang baik. Sungguh, orang yang berakhlak baik akan bisa setara dengan mereka yang berpuasa dan sholat.” (Hadits riwayat al-Tirmidzi)

Teladan dari Nabi Muhammad tentang Akhlak

Banyak sekali hadits yang menunjukkan tingginya derajat dan keutamaan akhlak di dalam Islam. Akhlak yang baik hendaknya selalu diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun ketika berhubungan dengan orang lain.

Berikut adalah beberapa hadits tentang akhlak islami:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ )البخاري

“Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari ganguan ucapan dan tangannya, dan orang yang Hijrah (tergolong kelompok Muhajirin) adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah.” (Hadits riwayat Bukhari)

حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (البخاري

“Tidaklah seorang diantara kalian dikatakan beriman hingga ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri.” (Hadits riwayat Bukhari)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ (مسلم

“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Hadits riwayat Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ (مسلم

“Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang, cabang iman tertinggi adalah mengucapkan ‘La ilaha illallah’, dan yang terendah adalah membuang gangguan dari jalan, dan rasa malu merupakan sebagian dari iman.” (Hadits riwayat Muslim)

Contoh-contoh di atas adalah perbuatan-perbuatan yang sederhana dan tampak kecil. Namun semua yang sederhana dan kecil itu memiliki nilai yang amat besar dan penting dalam islam. Tak ada perubahan besar tanpa adanya perubahan-perubahan kecil. Akhlak yang baik meskipun kecil akan menghasilkan dampak kebaikan yang besar, baik dalam taraf pribadi maupun sosial. Sebaliknya, akhlak yang buruk akan juga menghasilkan pribadi dan masyarakat yang sakit.
Semoga bermanfaat.

sumber: http://blog.al-habib.info/id/belajar-dari-manusia-dengan-akhlak-terbaik/
Ditulis oleh Unknown
dan Memiliki 2 komentar

Sejarah Dunia Islam: Arab Sebelum Islam

ASAL BANGSA ARAB

Bangsa Arab adalah salah satu dari bangsa Smith, yang mendiami daratan yang dinisbahkan kepada bangsa mereka, yaitu jazirah Arab. Mereka terdiri dari tiga bagian:
1- Bangsa Arab yang sudah punah
2- Bangsa Arab campuran
3- Bangsa Arab pendatang
Bangsa Arab yang sudah punah tersebut terdiri dari kaum: ‘Ad, Thamud, Tasm, Jadis, ‘Imliq, Jurhum dan Wabar.
Adapun generasi berikutnya terdiri dari dua garis keluarga besar, yaitu Qahtan dan ‘Adnan:

Keluarga Qahtan

Garis keturunan Qahtan ialah keuarga yang datang dari sebelah Timur sungai Euphrat, lalu bertempat tinggal di Hadramaut dan Yaman, dibagian selatan semenajung Arabia. Mereka itu telah menguasai tehnik pengairan yang baik, mereka mendirikan bendungan Ma’rib untuk mengumpulkan air yang dapat mereka pergunakan pada saat mereka perlu. Oleh karena itu di Yaman terdapat beberapa kerajaan yang terkenal dengan kota-kota besarnya yang makmur serta mempunyai kemajuan yang cukup sesuai dengan zaman itu. Di antara kerajaan-kerajaan itu ialah kerajaan Saba’, yang riwayatnya tersebut dalam Taurat dan Al-Qur’an: “Sesungguhnya karena kemakmuran negeri ini (Yaman) dinamailah dia ‘Negeri Arab yang berbahagia’.

Keluarga Adnan

Garis keturunan Adnan mendiami Makkah dan negeri-negeri di sekitarnya (Hijaz). Mereka adalah keturunan nabi Isma’il a.s. bin Ibrahim a.s. yang datang ke Makkah dan mendirikan Ka’bah. Dari keluarga Adnan ini lahirlah beberapa suku (kabilah), diantaranya adalah Kinanah, yang daripadanya lahir suku Quraisy.

Kehidupan Badwi (Berpindah-pindah)

Oleh karena sebagian besar tanah Arab berupa padang pasir dan gurun yang tandus, maka kebanyakan penduduknya hidup berpendah-pindah, hal ini menyebabkan timbulnya perselisihan antar satu suku dengan yang lainnya, karena memperebutkan lembah dan air. Kerena itu mereka terbentuk dengan sifat berani untuk membela diri. Sehingga tertanam dalam diri mereka sifat berani dan suka berperang. Mereka hidup dalam udara yang merdeka, jauh dari jangkauan kaum penjajah.

Penjajahan Ethiopia atas Yaman

Tidak satupun kerajaan yang berani mengarahkan tentaranya ke negeri Arab yang tandus itu, kecuali ke Yaman yang kaya raya. Negeri ini pernah diperangi oleh bangsa Ethiopia pada tahun 570 M. Dibawah pimpinan panglima Aryath, kemudian Abrahah menggantikan Aryath sebagai gubernur di Yaman, ia mengerahkan tentaranya menyerang Makkah dengan maksud akan meruntuhkan Ka’bah pada tahun 571 M. Angkatan perang Abrahah yang besar yang dipelopori oleh pasukan Gajah itu hancur lebur ditengah jalan karena dihadang oleh serangan burung Ababil.

Raja-raja yang tidak bermahkota

Sesungguhnya bangsa Arab merasa berbahagia dengan kemerdekaannya yang tiada terbatas itu, suku-suku mereka terpecah belah dan tidak bersatu, tidak tunduk kepada suatu pemerintah pusat, yang mengakibatkan tidak adanya kesatuan politik dan agama mereka. Tiap suku mempunyai pimpinan sendiri dengan gelar ‘Syaikul Qabilah’ (Kepala suku). Kepala dari suku yang besar, seakan-akan menjadi raja yang tidak bermahkota. Perintahnya menjadi undang-undang, segala keperluannya harus dituruti, dan suku-suku yang kecil harus tunduk kepada mereka.
Tetapi sungguhpun demikian, pada bebera daerah yang sudah maju terdapat raja-raja yang bermahkota; diantaranya adalah raja Yaman, raja Ghassaniah di perbatasan Siria dan raja-raja Manazirah di perbatasan Irak.

SUKU QURAISY

Quraisy Sebagai Suku yang Dihormati

Suku-suku Arab pada umumnya sangat menghormati Ka’bah. Mereka datang untuk berziarah dan menunaikan haji tiap tahun. Bulan-bulan waktu ziarah Ka’bah dianggap sebagai bulan yang mulia, di kala itu tidak boleh melakukan peperangan. Di sekeliling Ka’bah itu mereka mengadakan pasar tahunan, yaitu ‘Ukaz dan Zul Majaz.
Kaum Quraisy bermukim di sekitar Ka’bah untuk melindungi dan mengabdi kepada rumah suci itu. Oleh karena itu mereka memperoleh kehormatan dari suku-suku yang lain.

Quraisy Bangsa Pedagang dan Penghormat Tamu

Quraisy adalah suku saudagar yang gemar berniaga, mereka berhubungan dengan bangsa-bangsa yang telah maju, perhubungan ini sangat besar pengaruhnya kepada kemajuan dan kecerdasan fikiran mereka. Mereka juga dikenal dengan suku yang sangat memuliakan tamu. Dalam soal ini mereka mendapat pujian yang istimewa pari para penyair.
Dari suku Quraisy lahirlah Qusay bin Kilab, yaitu kakek yang kelima dari Nabi Muhammad s.a.w. Ia bertanggung jawab atas penjagaan Baitul Haram (Ka’bah). Jasanya besar sekali dalam mempersatukan keluarga Quraisy. Dialah yang mendirikan Darun nadwah di Makkah, yaitu balai permusyawaratan orang Quraisy, tempat membicarakan hal- ihwal pemerintahan, ekonomi dan sosial.

AGAMA


Penyembah Berhala

Sebagian besar suku Arab menyembah berhala, jumlah berhala yang mereka sembah mencapai 360 berhala, yang seluruhnya terletak di sekitar Ka’bah. Tiap suku memiliki berhala sendiri, juga terdapat patung Nabi Ibrahim, Isa Al-Masih, dan Hubal sebagai berhala suku Quraisy, berhala-berhala itu terbuat dari batu akik dan batu hitam.

Kedatangan Agama Islam

Dalam abad keempat Masehi masuklah agama Kristen ke tanah Arab melalui Siria dan Ethiopia. Agama Yahudipun mendapatkan pengikut di tanah Arab.
Tidak lama kemudian turunlah Agama Islam, lahir dalam masyarakat Arab yang pujangga, yang ahli fikir dan cendikia, mereka berusaha melepaskan bangsa mereka dari khurafat dan berhala. Mereka itu penganut agama Tauhid, agama nabi Ibrahim a.s. Diantara pujangga itu adalah Umayyah bin Abi Shalt, Waraqah bin Naufal dan Qus bin Sa’adah, mereka ahli pidato, mereka mempercayai adanya Tuhan yang Maha Esa dan meyakini adanya hari kiamat.
Sesungguhnya penyiaran agama Kristen dan Yahudi di tanah Arab adalah seakan-akan pembuka jalan bagi kelahiran pemimpin besar yang ditunggu-tunggu, yaitu nabi besar Muhammad s.a.w.
Ditulis oleh Unknown
dan Memiliki 0 komentar

Kumpulan Puisi Dan Syair Islam : (Beserta Penjelasannya)

Jatuh Cinta
(Diberi judul sendiri)
Aku simpan cintaku sehingga engkau menderita karena sikapkuMereka mencelamu dan celaan mereka adalah aniayaMusuh-musuhmu menghasutEngkau mencintai dan telah menjadi bahan gunjinganTak ada manfaatnya menyimpan cinta. Engkau bagai harimau betina yang mati kepayahanPada bekas tapak Hindun atau bagaikan bibir yang sakitAku menjauhi kekasih karena takut dosaPadahal menjauhi kekasih adalah dosaRasakanlah bagaimana (rasanya) menjauhi kekasih yang kau sangkaBahwa itu tindakan bijaksana padahal mungkin itu bohong(Sebuah syair dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud, salah satu dari
tujuh orangulama ahli fiqh dari kalangan tabi’in
(fuqaha assab’ah), salah seorang guru utama KhalifahUmar bin Abdul Aziz, seorang ulama yang produktif menulis syair, yang pernah jatuh cinta)
Penjelasan :
Menjaga perasaan kepada lawan jenis merupakan kunci kesuksesan seseorang agar terpelihara harga dirinya. Meskipun sama-sama saling menyukai, apabila merasa belum siapuntuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, hendaknya perasaan itu kita tutup rapat-rapat.Meskipun kita tahu, keduanya sebenarnya saling mengharapkan. Di saat seperti ini, segalabentuk qorinah / tanda, apakah itu berupa perhatian, pemberian, dsb, hendaknya kita maknaidengan pemaknaan yang sewajar-wajarnya.
Seseorang yang mengumbar perasaan cintanya, hanya akan menjadi bahan gunjinganorang-orang di sekitarnya. Apakah hubungannya itu dapat berlanjut ke jenjang pernikahan,maupun apabila hubungan tersebut gagal menuju tangga pernikahan, sama-samamerupakan sumber gunjingan yang paling enak.
Di sisi yang lain, menyimpan perasaan kepada lawan jenis yang begitu mendalam akanmerusak jiwa seseorang, karena ingatannya tidak bisa lepas darinya. Alangkah baiknyaapabila kecederungan tersebut segera kita wujudkan dalam bentuk ikatan pernikahan, sebagaimana sebuah hadits menyatakan, ”Tidak ada yang terbaik bagi dua orang yang salingmencintai kecuali menikah.” (HR. Ibnu Majah)
Sedangkan menunda-nunda ikatan pernikahan saat hati sudah tertambat pada diriseseorang, atau berusaha menghindar terhadap seseorang yang kita sukai merupakanbentuk penyiksaan batin yang lain, seperti seekor kucing yang dijauhkan dari makanan yangbaru ditemuinya. Ia merasa begitu kehilangan, karena dijauhkan dari sesuatu yang selama iniia harapkan. So, segera pastikan, cari sebuah jawaban, kunjungi orang tuanya, tentukantanggal pelaksanaan. Insya Allah hati akan menjadi tentram. Wallauhu’alam bishshowab.

Jendela Hati

Tak biasanya jendela itu terbuka setelah cahaya pergiSebuah aroma yang belum pernah hadir mulai melewatiPertama terhirup membuat bulu hidung terasa berdiriUntuk yang kedua diriku menjadi menikmatiSelanjutnya penciumanku selalu menanti dan mencariKapan aroma itu datang kembaliBila sudah begitu jendela itu menjadi tak terkendaliDia menjadi lupa kepada siapa harus terbuka atau terkunci(Adi Nurcahyo, Jember - 2008).
Penjelasan :
Pada awalnya pandangan kita begitu terjaga, sampai akhirnya pandangan itu melihatsesuatu yang belum pernah kita saksikan sebelumnya, sesuatu yang tidak layak kita lihat.Sehingga membuat hati kita berdegup kencang dibuatnya, pikiran terasa tertusuk karenanya.Namun, saat pandangan itu kita arahkan untuk yang kedua kali, degup hati sudah terkendalidan pikiran mulai menghayati objek tersebut.
Bila penghayatan itu berlangsung sekian lama, maka hati mulai menikmati, dan jiwaakan menyukai. Bila sudah begitu, hati akan menjadi rindu kepada objek tersebut. Untukselanjutnya kita akan berusaha untuk melihatnya kembali pada kesempatan yang lain,dengan berbagai macam cara. Jadilah pandangan kita menjadi liar tak terkendali, karenatelah dikuasai oleh nafsu yang membakar hati.
Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan, ”Zina mata (Lahadhat) adalah pandangankepada hal-hal yang menuju kemaksiatan. Bukan sekedar memandang, akan tetapi diikutidengan pandangan selanjutnya. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, maka iaakan masuk kepada hal-hal yang membinasakan.”
Beliau melanjutkan, ”Antara mata dan qalbu itu ada penghubung dan jalan sehinggasaling berhubungan satu sama lain. Bila salah satunya baik, maka baik pula yang lain. Dan sebaliknya, bila salah satu rusak, maka rusak pula yang lain.
Rusaknya qalbu akan merusakkan pandangan, dan rusaknya pandangan akanmerusakkan qalbu. Demikian pula sebaliknya, pandangan yang baik akan menjadikan qalbuyang baik, dan qalbu yang baik akan membaikkan pandangan. Jika qalbu telah rusak, jadilahia seperti tempat sampah yang merupakan tempat pembuangan najis, kotoran dan apa-apayang berbau busuk. Jika sudah demikian keadaannya, ia tidak dapat menjadi tempat tinggalyang nyaman bagi pengenalan kepada Allah SWT, cinta kepada-Nya, kembali kepada-Nya,senang dan gembira bila dekat dengan-Nya. Namun yang menempatinya saat itu adalahperkara-perkara yang sebaliknya.””
Ia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”(QS. Al Mu’min : 19)

Percikan Ikhlas

Saya menuntut ilmu bukan sekedar berbangga
Saya menuntut ilmu untuk ke surga
Saya bekerja bukan sekedar mencari harta
Saya bekerja untuk ke surga
Saya berbakti kepada orang tua bukan sekedar balas jasa
Saya berbakti kepada orang tua untuk ke surga
Saya kembali pulang bukan sekedar nostalgiaSaya kembali pulang untuk ke surga
Kupilih kamu bukan sekedar cinta
Kupilih kamu untuk ke surga
Kujauhi yang lain bukan karena tak sukaKutinggalkan yang lain karena takut dosa
(Adi Nurcahyo, Jember - 2008)

Penjelasan :
Setiap saat kita senantiasa dihadapan dengan berbagai pilihan perbuatan, apakah itu berkenaan dengan pekerjaan, keluarga, sekolah, atau berbagai aktivitas lainnya. Dan hampir semua pilihan itu kita ukur dengan pertimbangan enak atau ga enak, baik atau buruk, untungatau rugi, senang atau sengsara, dsb yang serupa dengan itu. Dan semua ini wajar dimilikioleh seseorang yang masih baik akalnya.
Pertanyaannya, materi-materi kebaikkan macam apa yang kita kehendaki dan materi-materi keburukan seperti apa yang kita jauhi ? Kondisi-kondisi enak yang bagaimana yangkita harapkan, dan kondisi-kondisi tidak enak semacam apa yang kita benci ? Keadaan-keadaan senang semacam apa yang kita nantikan, dan keadaan-keadaan sengsara sepertiapa yang kita takuti ?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan sumber inspirasi kita dalamberbuat. Ia merupakan pijakan utama kita dalam mengambil keputusan. Dan ia juga penegaskedudukan kita sebagai hamba dunia atau hamba-Nya.
Diriwayatkan dari Anas r.a., bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga hal yangbarangsiapa menetapinya ia akan merasakan manisnya iman, (1) Orang yang mencintai Allahdan Rasul-Nya melebihi segala-galanya, (2) Orang yang mencintai orang lain hanya karenaAllah, (3) Orang yang enggan kembali kafir setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiransebagaimana ia enggan untuk dilemparkan ke neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hal ini berarti, segala sesuatu yang kita pilih hendaknya menyimpan materi-materikebaikkan yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan sesuatu yang kita jauhi karena iamengandung materi-materi yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah saw juga bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantungdengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, makabarangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah danRasul-Nya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karenawanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya.” (HR.Bukhari dan Muslim dari ‘Umar bin Khaththab r.a.)
Perkara yang sangat penting untuk diperhatikan, sehebat dan sebesar apapun amalyang telah kita lakukan, tidak akan diterima di sisi Allah swt, kecuali setelah terpenuhinya duasyarat :
1. Hendaknya amalan tersebut dikerjakan semata-mata karena mengharapkankeridhaan Allah ta’ala (ikhlas), sebagaimana yang terkandung dalam hadits ‘Umar.
2. Hendaknya amalan tersebut secara zhohirnya sesuai dengan sunnah Rasulullahsaw, sebagaimana sabda beliau, “Barangsiapa yang mengada-adakan suatu perkarabaru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan darinya maka amalan itu tertolak.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Al Qurthubi berkata, “Telah menjadi suatu perkara yang tetap dalam Al Kitab danSunnah bahwa amalan-amalan yang shalih dan ikhlas ketika melakukannya dengan diiringikeimanan akan membawa pelakunya menuju surga dan jauh dari neraka.”
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yanglebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk : 2)
Fudhail bin Iyadh berkata mengenai ayat ini, “Yaitu yang paling ikhlas dan paling benar”.Ketika ditanyakan, “Wahai Abu Ali, apa maksud paling ikhlas dan paling benar.” Beliaumenjawab, “Sesungguhnya suatu amal sekalipun benar tetapi tidak dikerjakan dengan ikhlas,maka amal itu tidak akan diterima. Sebaliknya, jika dikerjakan dengan ikhlas namun tidakdengan cara yang benar, maka amal tersebut juga tidak akan diterima. Ikhlas hanya dapatterwujud manakala amal itu diniatkan secara murni kepada Allah swt. Sedangkan amal yangbenar hanya dapat terwujud dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw.”

sumber : http://www.scribd.com/doc/11431749/Kumpulan-Puisi-Dan-Syair-Islam-Vol-1
Ditulis oleh Unknown
dan Memiliki 0 komentar

Aplikasi Belajar Tajwid

Pagi sobat Asyazili, Ingin bisa membaca Al-Qur'an dan tadwidnya  dengan baik dan benar? Ndk usah khawatir sahabat sekalian, ini ada Software Tajwid berbentuk flash file yang ringan untuk mengajarkan kepada anak anda atau memfasihkan anda membaca Al-Qur'an. Software ini dilengkapi suara dan gambar supaya kita lebih mudah untuk belajar. sebagai umat Islam kita wajib untuk bisa membaca Al-Qur'an.


Screenshot :
       

Download :

Semoga bermanfaat ^_^
Ditulis oleh Unknown
dan Memiliki 0 komentar